Depo Plumpang oh Depo Plumpang

Minggu malam kemarin, jadi hari yang menyedihkan bahkan mungkin menakutkan buat penduduk di sekitar Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Jam 21.15 dimana masyarakat mungkin lagi asyik nonton TV bersama keluarga, yang pacaran sedang memulai pembicaraan hangat dan anak-anak lagi meniti mimpi indah di istrahat malam sekonyong-konyong dikejutkan oleh terbakarnya depo plumpang pada kilang 24

depo plumpang membara

depo plumpang membara

. Kalau ditarik mundur, mungkin masih ada yang mengingat tersangka teroris yang ditangkap di Kelapa Gading atau dijuluki “Kelompok Kelapa Gading” oleh kepolisian

Jakarta – Kawasan obyek vital ditengarai diincar pelaku teroris. Salah satunya Depo Plumpang Pertamina. Tapi warga Jakarta diimbau tidak perlu panik.”Warga tidak perlu khawatir. Pantauan kami Jakarta tetap kondusif,” kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishaq saat dihubungi lewat telepon, Kamis (23/10/2008).

Itu salah satu kutipan yang saya ambil dari detik.com. Ini dia yang membuat adanya hipotesa, bahwa kejadian kebakaran di depo plumpang sedikit ber-aroma terorisme. Belum ada pihak terkait dari Pertamina, POLRI, Gegana, dan sejumlah lainya berani memastikan apa motif di balik tragedi plumpang.

Dasar kalo ada peristiwa baik bencana, ataupun ketemu binatang aneh berkepala manusia  pasti warga berduyun-duyun manteng-in dan menonton seolah ada pertunjukan LIVE!. Sampai sampai sempat dilaporkan, Petugas pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi disebabkan banyaknya warga yang menyaksikan peristiwa ini. Hello.. ini kan bukan tontonan, ini tragedi, musibah, atau apa deh istilahnya. Alhasil dengan segala kerja keras, serta keterbatasan teknologi pemadam“pantang pulang sebelum padam” kebakaran api berhasil dijinakan sekitar pukul 07.00 WIB di hari senin esoknya.

Saya cuma bisa mengikuti perkembangan kejadian ini dari televisi dan radio. Dasar alam kadang bersikap baik, di tengah malam hujan deras mengguyur TKP, jadi proses pemadaman bisa semakin cepat.

Dampak lainya, warga di jakarta langsung panik (atau sok panik?) dengan me-rush pom bensin untuk mengisisi bahan bakar premium. Takut besok ga kebagian atau antri berjam-jam. Alhasil sepanjang perjalanan saya dari pamulang ke cilandak di pagi hari ada sekitar lima pom bensin, empat diantaranya memasang pengumuman “PREMIUM HABIS”.

Dibalik peristiwa ini, Pertamina perlu meningkatkan keamanan di objek vital perusahaan seperti depo minyak, stasiun distribusi dsb bersama-sama dengan kepolisian, isu-isu pengeboman depo plumpang bisa saja terjadi di tempat lain dan jangan dianggap remeh. Sudah sekian lama negara ini jadi sarang aman untuk teroris. Juga regulasi distribusi perlu dikembangkan dengan lebih serius, untungnya Pertamina memiliki depo di kawasan merak yang masih mampu memberikan bantuan ke jakarta. Kewaspadaan harus datang dari seluruh warga, tapi tetap pihak berwenang yaitu kepolisian dan pertamina memiliki tanggung jawab yang terutama dalam kasus ini.

Hidup Pemadam Kebakaran