Kekejaman terhadap anak-anak pelaku kejahatan (kasus maling pupuk pekanbaru)

Entah hinaan apa yang mesti diucapkan ketika saya melihat berita penyiksaan atau lebih tepatnya penghakiman terhadap anak 17 tahun yang bernama Mario Marbun. Mario seperti saya baca di beberapa situs berita elektronik dan liputan berita di TV di tengarai melakukan pencurian 2 Kg pupuk milik seorang warga di kabupaten siak.

MIRIS,MIRIS,MIRIS.. ketika saya menyaksikan seorang bocah dengan tangan terikat, ditelanjangi sampai hanya tinggal celana dalam dan kemeja yang dipakai untuk mengikat kedua tangan anak itu. LEBIH MIRIS,MIRIS,MIRIS.. Ketika saya melihat para bapak-bapak mengayunkan balok kayu ke wajah, jari kaki, tulang kering kaki, perut, dan punggung. BAYANGKAN!!!!!!!!!!! para penonton kejadian itu menertawakan peristiwa yang tengah berlangsung!!!!!!!!!!!!!!!

Dalam video tersebut pun nampak para ALGOJO itu menyundutkan puntung rokok ke wajah Mario Marbun. Darah sudah mengucur memenuhi wajah anak tersebut. Kemudian lagi tindakan itu dilakukan di sebuah lapangan badminton yang ramai dipenuhi massa yang menyaksikan seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Kaki Mario Marbun diseret kemudian dipiting dan dinjak bagian lututnya dari depan seolah ingin dipatahkan. BAYANGKAN BAGAIMANA RASANYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Informasi yang saya baca menuliskan bahwa video itu berdurasi 18 menit, 18 menit yang mengandung derita seorang anak yang disiksa oleh orang-orang dewasa yang memiliki OTAK BINATANG, B*NGS*T!!!!!!!!!!. 18 menit menghakimi seolah-olah mereka yang paling benar.

Tidak setitik pun saya membenarkan anak tersebut mencuri, ada proses hukum yang bisa berbicara walau saat ini kepercayaan terhadap kepastian hukum kita masih sangan rendah.

KUTIPAN DETIK NEWS :

Dalam keadaan terikat, silih berganti tubuhnya digebukin dengan kayu. Serta sebagian warga menendang wajahnya dengan kaki. Wajah Mario terlihat jontor. Hidungnya mengeluarkan darah segar. Dia menjerit minta ampun, namun warga tetap menganiayanya.

Tak puas menggebukti, warga yang terdengar berbahasa jawa itu, menyeret Mario sambil menyiramkan air. Tak sampai disitu, beberap bagian badan dan wajahnya disudut rokok. Dan lebih sadis lagi, Mario disuruh berdiri, kaki kananya diluruskan lantas diterjang dari depan. Bocah malang inipun tersungkur karena kakinya patah.

Kalau saya boleh bertanya kemana ya hati nurani masyarakat saat ini, begitu banyak penyiksaan dan perbuatan bengis yang menunjukan peri”kebinatangan” manusia yang dianggap ciptaan yang paling mulia dan berakhlak serta meliki akal budi bukan akal bengis.

Sampai saya menyelesaikan tulisan ini saya belum menemukan link yang mengupload video kekerasan ini. Bangsa Indonesia ini mau dikenal sebagai bangsa apa??? Bangsa yang suka menenteng kepala manusia? atau bangsa yang suka menyiksa manusia atas manusia?? atau bangsa yang seperti apa?????

anggana bunawan