Fakta Flu Babi

Babi yang kini sedang menjadi perbincangan dunia selain di restoran
Flu Babi, Flu apa lagi ini????

Masih ingat rasanya dulu Indonesia dihebohkan dengan SARS (serve acute respiratory syndrome) yang sempat membuat trend di dunia fashion tanah air dengan aksen masker wajah berbagai gaya. Indonesia pun masih terang dengan ingatan tentang pandemi flu burung, walaupun menurut data WHO Indonesia berhasil menurunkan angka kematian suspect flu burung dari 100% menjadi 75% analoginya begini kalau yang menderita 100 orang yang meninggal 75 orang. Burung sudah, sekarang Babi ikut ambil bagian mewarnai issue kesehatan internasional sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi kesehatan internasional WHO, bahwasanya kejadian di America, Meksiko dan Kanada perlu dicermati oleh seluruh warga dunia (international concern). Masih menurut WHO kejadian ini masih sangat mungkin menjadi kejadian luar biasa skala dunia. Direktur Jendral Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Adhitama mewakili depkes menyatakan belum ada himbauan resmi untuk memberikan travel ban, travel warning, atau travel advisory untuk mengantisipasi kejadian ini. Masih menurut bapak Tjandra, Depkes menunggu koordinasi dari WHO agar penanggulangan bisa lebih integrative dengan negara-negara tetangga.

Flu Babi sendiri memang merupakan penyakit influenza yang menyerang saluran pernapasan babi, nah loh!! Mengapa bisa kemanusia?? Sampai saat ini belum ada yang berani memastikan bahwa penularan flu ini mampu menjangkiti manusia, tapi faktanya di meksiko sudah 81 orang meninggal dunia dan penyakit ini menjangkiti lebih dari 1000 orang disana. WHO,menerangkan dan membenarkan bahwa setidaknya sejumlah kasus adalah versi H1N1 influenza tipe A yang tidak pernah ada sebelumnyaH1N1 adalah virus yang menyebabkan flu musiman pada manusia secara rutin. Virus flu memiliki kemampuan bertukar komponen genetik satu sama lain, dan besar kemungkinan versi baru H1N1 merupakan hasil perpaduan dari berbagai versi virus yang berbeda yang terjadi di satu binatang sumber.

Pengobatannya saat ini terutama di negara amerika masih menggunakan dua jenis obat yaitu tamiflu dan relenza. Tamiflu masih dimiliki oleh Indonesia dalam stok yang aman mengingat dulu pandemi flu burung pernah menyerang Indonesia.

Mengenai gejala ternyata flu babi masih menunjukan gejala yang sama dengan gejala flu pada umumnya yakni deman, sesak nafas, sakit tenggorokan, dan pusing kepala disertai bersin-bersin. Hasil penelusuran saya di internet blum menemukan gejala khusus yang nampak apabila seseorang menderita flu ini. Pemerintah Indonesia melalui Menko Kesra sudah melakukan rapat koordinasi terbatas hari ini, 26 April 2009 untuk melakukan koordinasi mengantisipasi dampak yang akan dialami Indonesia. Hasilnya boleh ditengok di bawah ini.

Ditjen P2PL melalui surat edaran meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala UPT di lingkungan Ditjen P2PL dan RS Vertikal melalui surat nomor: PM.01.01/D/I.4/1221/2009 untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

•Mewaspadai kemungkinan masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia dengan meningkatkan kesiapsiagaan di pintu-pintu masuk negara terutama pendatang dari negara-negara yang sedang terjangkit.

•Mewaspadai semua kasus dengan gejala mirip influenza (ILI) dan segera menelusuri riwayat kontak dengan binatang (babi)

•Meningkatkan kegiatan surveilans terhadap ILI dan pneumonia serta melaporkan kasus dengan kecurigaan ke arah swine flu kepada Posko KLB Direktorat Jenderal PP dan PL dengan nomor telepon: (021) 4257125

•Memantau perkembangan kasus secara terus menerus melalui berbagai sarana yang dimungkinkan.

•Meningkatkan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor serta menyebarluaskan informasi ke jajaran kesehatan di seluruh Indonesia.

Tetaplah positif thinking terhadap apa yang sedang menjadi issue hangat seputar kesehatan dunia seperti sekarang. Kita selalu berharap bahwa pihak-pihak terkait mau merespon semua keadaan dengan bijak dan sistematis agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

Anggana Bunawan