Nasionalisme jangan terlalu sempit

Anggana Bunawan “baru aja nge post beberapa link tentang lagu “negaraku”, “indonesia raya”, “terang bulan” …
dan beberapa lagu nasional indonesia.
tadi pagi terinspirasi satu status temen, yang isinya “jangan terjebak dalam nasionalisme yang sempit” better kita coba gali bagaimana geliat budaya kita, bagaimana seninya indonesia, tau gak kita seorang Ismail Marzuki, atau Kusbini.. yang punya lagu sangat indah tentang Indonesia..(a moment ago clear)

-itu petikan status yang mengalir begitu aja setelah saya mengoprek youtube beberapa saat-

lama juga saya ga menerbitkan notes, tergerak juga setelah nonton cuplikan berita di metro tv tentang lagu terang bulan. ga tau kenapa suka banget dengan lagu terang bulan, mendadak setelah denger, walau jadul banget.

status temen saya di pagi hari tiba-tiba teringat pas saya berseluncur di youtube, jadi ingat banyak karya komponis indonesia yang sudah saya jabarkan diatas, semisal WR Soepratman, Kusbini, Ismail Marzuki, Maladi dan sebagainya. jauh lebih penting menurut saya melihat budaya di dalam diri kita masing masing sebagai orang indonesia tentang bagaimana menghargai sejarah dan budaya bangsa.

lagu nasional kita jauh lebih penting untuk diingat-ingat dan diresapi betapa indah negeri Indonesia. sambil menulis ini saya sambil mendengarkan lagu nasional bagimu negri, syairnya begitu dalam..

Padamu negri kami berjanji,
Padamu negri kami mengabdi,
Bagimu negri jiwa raga kami..

hanya tiga penggalan kalimat,terasa begitu dalam.. apa yang bisa kita lakukan selain protes dan menghina secara tidak produktif sedangkan masih banyak issue yang lebih penting…

yok sama-sama menunjukan bahwa kita bangsa yang besar, bangsa yang benar benar memiliki etika dan tata krama,, diam bukan berarti pasrah, marah bukan berarti nasionalis.

yok berbuat dan bertindak sesuai apa yang kita ingin sumbangkan buat negara kita yang semakin hari semakin besar tantangan yang dihadapi.
ismail 4 face