2 September 2009

2 September 2009

Kisah gw hari ini sangat amat berkesan. Mulai dengan pagi hari, setelah 3 hari sangat panas hari ini sangat lain dari beberapa hari lalu. Pagi mendung banget dan enak banget bangun tidur, dan niat untuk tidur lagi Cuma perlu pejaman mata aja pasti keinginan itu langsung terlaksana. Pagi gw mendapat extra tidur beberapa jam karena kegiatan gw baru dimulai di siang hari. Jam 12 gw siap-siap di rumah dengan semua perlengkapan yang gw perlukan hari ini, pertama untuk kegiatan Introductory Program yang pertama kali gw ikuti tapi sebagai panitia, bukan sebagai peserta. IP buat gw harus bawa jas Prasmul dan Pin. Untuk malam hari gw ada kegiatan menyanyi di acara buka puasa keluarga besar Hadiprana di Kemang. Maka bawa baju ganti di tas jinjing kecil untuk bawa kulot dan safari hitam plus sepatu resmi. Naik becak dari rumah sembari ngobrol sepajang jalan, trus naik angkot ke ciputat lalu sambung ke arah pondok labu dengan supir yang sangat taat hukum dan mengerti betul cara mengemudi yang baik. Pengemudi itu punya cita-cita anaknya masuk SMA 34, sepanjang jalan memang sepi penumpang obrolan mengalir dari mulai masalah penumpang sampai perkara sekolah gratis. Jalanan sangat lancar dengan angin masih seger karena cuaca mendung. Kebersamaan itu berakhir di depan kampus. Saapan akhir hangat dari pengemudi angkot tersebut dan saya masuk ke kampus memulai kegiatan kedua yaitu introductory program.

Baru sadar ketika makan siang bahwa HP saya tertinggal semua baik yang untuk urusan telp maupun untuk berinternet ria. Sebel sesebel-sebelnya karena ketinggalan HP, merasa terkekang karena ga bisa koordinasi dengan pianis untuk acara malam hari, dan ada rasa khawatir kalau ditelpon oleh keluarga yang mengundang saya itu. Takut mereka bingung dan menjadi panic dengan keadaan saya ga bisa dihubungi. Makan selesai saya melanjutkan ke tempat meeting bersama student board untuk briefing kegiatan hari ini. Acara dilangsungkan di aula gedung satu dan disana disambut dengan 170-an mahasiswa/i baru yang masih seger aura SMA-nya jadi mereka masih blum mudah dikendalikan dan diajak kerjasama untuk saling kerja bersama team. Tugas saya hari ini mengajarkan mars Prasetiya Mulya. ditengah-tengah perjalanan saya mengajari mereka saya dikejutkan dengan goncangan yang cukup hebat. GEMPA BUMI, saya baru sadar bahwa gempa itu berlangsung, dan goncangannya cukup hebat sampai hampir semua orang di gedung berhamburan keluar. Panic ya panic, lucu ya lucu juga dengan keadaan tersebut para peserta IP masih pada ketawa-ketawa dengan santai seolah gak ada apa-apa. Selesai sudah IP hari ini diakhiri dengan kumpul kelompok yang saya bombing dan briefing akhir evaluasi kegiatan hari ini.

Next saat itu jam 16.30 saya harus sampai di area acara sebelum jam 18.00 karena jam 18.30 saya harus perform dan saya perlu koordinasi dan latian singkat bersama pianis yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Jalanan macet ketika saya keluar dari kampus, tanpa pikir panjang saya jalan kaki dari kampus saya kearah fatmawati berharap menemukan ojek. Keringat mengucur lancar bukan hanya karena ritme jalan saya yang cepat tapi plus kepanikan. Ketemu pengemudi ojek saya bilang, “prapanca ya bang, berapa” ojek, “35rb, karena macet smua jalannya”, saya tawar dan sepakat di 30rb. Di jalan bersama abang ojek saya ngobrol tentang lika liku menjadi pengemudi ojek, yang selalu tidak tentu mendapatkan uang setiap harinya. Pengemudi ojek itu saja tidak yakin apa tahun ini bisa pulang kampong ke kudus atau tidak. Saya sedikit berkelakar sama tukang ojek itu, bahwa bapak harus tetap optimis kalo ada niat pasti ada jalannya. Perjalanan memotong jalan abdul majid dan saya berhenti di salah satu gang di prapanca raya, dan membayar ongkos. Dengan tergesa-gesa saya jalan kea rah rumah dan menemukan rumah dalam keadaan sepi, jadi panic. Saya masuk sampai dapur dan sepi tidak ada orang sama skali, ada pembantu yang akhirnya saya Tanya, acara di rumah prapanca atau di kemang?? Mereka jawab ,”ya di kemang lah mas!” , kepanikan muncul di kepala saya karena sudah hampir jam 6 sore kala itu, saya Tanya apa ada supir yang nganggur mereka bilang smua sudah berangkat dan tidak ada yang tersisa. Dengan sedikit gondok karena keteledoran saya maka saya dengan nafas masih ter-engal-engal saya jalan lagi, jalan itu menanjak dan kaki saya masih terasa berat karena panic dengan jam begitu mepet, tidak ada ojekk yang saya temukan dari mulai marketing office the mansion kemang, akhirnya saya jalan sampai ke depan gapura kemang dan persis di depan cabang CIMB Niaga saya menemukan ojek, thanks god.

Sampai di venue di mitra hadiprana kemang, saya menenangkan diri dengan langsung ganti kostum di toilet, selesai ganti kostum saya langsung ke arena acara yang sudah dipenuhi tamu undangan, beruntung tidak ada kemarahan dari pihak pengundang karena saya terlalu last minute. Pianisnya bernama Tyas, kecocokan kami langsung ketemu dan mudah skali berkoordinasi dengan dia. Sempet ngobrol dengan beberapa undangan dan akhirnya saya menyanyi sesuai dengan tugas utama saya malam itu, hari ini temanya lagu religi ramadhan. Ada perasaaan yang sedikit unik karena saya non muslim tapi menyanyikan lagu yang bernafas islami, sungguh beda rasanya. Tapi hari ini saya menyanyi dengan sangat enak dan happy ending penonton menanggapinya dengan positif. Disana saya sempat berkenalan dengan Indra Leonardi seorang photographer yang ternama dan luar biasa dia sangat rendah hati. Saya sempat bertukar kontak dengan beliau dan mewacanakan satu kegiatan saya di kampus. Pada acara itu ada surprise apik dari mantan karyawan Grahacipta Hadiprana untuk ulang tahun Om Henk ke 80. Kehangatan luar biasa dibawakan oleh kira-kira 50-an ex karyawan dengan membuat sebuah presentasi Tribute to Om Henk, isinya slide-slide foto jadul dan ditambah komentar yang yang membuat gelak tawa ga berhenti, tibalah waktu pulang saya dapat honor yang sangat baik untuk penyanyi sekelas saya, dan saya dikasih jinjingan berisi nasi bali dan cheese cake. Pulang saya diantar sampai terminal blok M dengan mobil supermewah keluarga (bukan maksud pamer, di paragraph selanjutnya ada jawaban yang akan ditemukan knapa point ini saya tuliskan).

Biasanya saya menggunakan metro mini 72 untuk saya sampai lebak bulus. Tapi kali ini ada yang berbeda saya naik ke kopaja 615. Didalam suasana biasa saja sampai dengan berjalan kopaja itu. Sampai akhirnya di jalan antasari kearah highscope saya dihampiri oleh seorang pria mungkin usianya 35thn-an menghampiri saya bertanya “asli mana mas?” saya bilang, “ciputat”, dia jawab lagi, “mana ada orang ciputat”, saya jawab,” saya lahir dan besar disana , jadi ya saya ornag ciputat”, sambung dia, “berarti orang betawi”. Lantas dia bercerita katanya siang tadi ada kejadian di kopaja 615 ada mahasiswa ditusuk oleh seorang pemuda asal Palembang makanya dia Tanya apa saya orang Palembang atau bukan, sembari bertanya dari mana asal saya. Suasana makin menegang ketika sudah mulai di highscope, bapak yang memepet saya bilang, “kalau nanti didepan ditanya lagi bilang, udah ditanya sama Bang Iwan” , saya diam saja. Trus kemudian dia Tanya lagi, “apa kamu bawa belati atau cutter gt?”, saya jawab,”enggak”, dia bilang, “coba liat”, saya jawab,”maaf bang”, trus dia menjadi emosi, “ORANG SAYA TANYA BAIK-BAIK KAMU KIRA SAYA MAU NGAPAIN!”, saya jawab lagi, “maaf bang”, dia menyodokan hpnya untuk dipegang sebagai jaminan. Tiba-tiba ada seorang anak muda muncul ikut membentak bentak saya. Dalam hati saya menyimpulkan bahwa saya dalam bahaya besar. Kemudian saya tanpa pikir panjang mengetuk langit2 kopaja tanda saya minta berenti, kemudian pemuda itu marah-marah, dan sempat memukul kepala saya satu kali dari samping. Saya menyimpulkan secara sendiri bahwa niat orang tersebut tidak baik terhadap saya, saya turun dari kopaja, jujur saat itu saya sudah sangat panic dan bibir saya gemetar takut-takut saya dikejar, dan ada kelanjutan dari kisah di dalam kopaja tersebut. Saya turun tepat sebelum RS Fatmawati dan saya berlari sampai dekat pom bensin SHELL di TB Simatupang. Saya menyetop taksi Blue Bird, dan saya memiliki harapan besar terhadap taksi itu, dapat member rasa aman terhadap saya. Karena tidak ada pilihan saya menceritakan kepada pengemudi taksi tersebut, tentang kejadian yang saya alami. Saya sudah menteskan air mata dan terisak-isak karena rasa takut yang menggelayut baru beberapa menit lalu atas kejadian itu. Ada kesimpulan hasil diskusi saya dengan supir taksi itu, bahwa keadaanya memang saya tinggal sendiri di kopaja tersebut, dan mungkin saya sudah diikuti. Alasanya kenapa saya diikuti ? itu dia mungkin saja saya dihantar oleh mobil mewah sampai di samping hotel ambhara, dan saya sudah diikuti sebagai target kala itu. Pengemudi taksi itu memberikan rasa empati yang menenangkan saya, dan tangis saya pecah kala itu, karena kumpulan emosi dan rasa takut. Didalam hati, hari ini luar biasa yang saya alami.

Taksi itu membawa saya sampai rumah, dan saya bersyukur sekali sudah sampai rumah. Dirumah tangis saya pecah lagi, karena saya bercerita smua kejadian kepada orang tua saya, jujur ada permasalahan lain yang langsung dibahas akibat kejadian tersebut, dan sekalianlah masalah yang selama ini dipendam oleh keluarga saya dibahas, ibu saya ikut nangis ringan mendengar perdebatan saya dengan papa. Saya sangat memahami perasaan ayah saya, tapi saya masih memiliki pendirian yang berbeda dengan beliau.. maka belum 100% ada solusi yang dihasilkan, tapi setidaknya ada hikmah yang dari begitu banyak yang saya alami hari ini. HP tertinggal, mungkin ada sebabnya.. saya menjadi korban kejahatan, akhirnya saya bisa ngobrol hati ke hati dengan orang tua saya. Ada beberapa moda transportasi yang saya coba hari ini, Becak, Angkot, Ojek, Kopaja, Mobil Pribadi, Taksi, …

Semoga ada hikmah yang bisa saya ambil hari ini..

Lovely_illustration_of_Happy_family_on_sofa_wallcoo.comTerima kasih Tuhan.

Advertisements