My Solo Debut at Musical Celebration Concert

Kira-kira 3/4 bulan lalu, guru vocal saya Rainier Revireino menawarkan saya untuk tampil sebagai murid vocal Jakarta Conservatory Musik (Konservatorium Musik Jakarta/JCoM) pada konser JCoM Festival yang akhirnya diberikan judul Musical Celebration hasil kerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta. Tanpa pikir pikir saya nyatakan iya 100%. Jujur aja, keinginan tampil sebagai solois lagu klasik sudah saya resolusikan di tahun baru 2009 waktu itu, dan ternyata terwujud pada tanggal 18 Oktober 2009.

Proses latihan memakan waktu cukup lama, karena kemampuan solvegio saya minim ditambah dengan karya pilihan dari Felix Mendelssohn yang saya bawakan menggunakan bahasa german dan tingkat kesulitan tersendiri. saya membawakan 3 nomor kaya Mendelssohn dari Opus 34 yakni, yang pertama Minnelied Op.34, No.1 kemudian Suleika Op.34, No.4 sebagai penutup penampilan saya bawakan Reiselied Op.34, No.6.
My First Debut
Dari ketiga lagu yang saya bawakan, saya memiliki rasa tersendiri terhadap lagu Suleika. Sebenarnya Suleika diciptakan untuk dinyanyikan oleh wanita, karena liriknya tentang seorang wanita yang mencurahkan rasa hatinya terhadap seorang pria. Irama lagu ini begitu manis, dan membawa perasaan begitu mendalam dan bisa dikatakan menghasilkan imaginasi tentang rasa hati seseorang.

SULEIKA, Op.34, No.4

Ach, um deine feuchten Schwingen,
West, wie sehr ich dich beneide:
Denn du kannst ihm Kunde bringen
Was ich in der Trennung leide!

Die Bewegung deiner Flügel
Weckt im Busen stilles Sehnen;
Blumen, [Auen]1, Wald und Hügel
Stehn bei deinem Hauch in Tränen.

Doch dein mildes sanftes Wehen
Kühlt die wunden Augenlider;
Ach, für Leid müßt’ ich vergehen,
Hofft’ ich nicht zu sehn ihn wieder.

Eile denn zu meinem Lieben,
Spreche sanft zu seinem Herzen;
Doch vermeid’ ihn zu betrüben
Und verbirg ihm meine Schmerzen.

Sag ihm, aber sag’s bescheiden:
Seine Liebe sei mein Leben,
Freudiges Gefühl von beiden
Wird mir seine Nähe geben.

Yang artinya,

Ah, your moist wings,
West Wind, how much I envy you them;
for you can bring him tidings
of what I suffer in our separation!

The movement of your wings
awakens in my breast a silent longing;
Flowers, meadows, forests and hills
stand in tears from your breath.

Yet your mild, gentle blowing
cools my aching eyelids;
ah, for sorrow I would die
if I could not hope to see him again.

Hurry then to my beloved –
speak softly to his heart;
but don’t distress him,
and conceal my pain.

Tell him, but tell him modestly,
that his love is my life,
and that a joyous sense of both
will his presence give me

Penampilan saya pada konser membuat kesan khusus buat perjalanan hidup saya terutama di dunia musik yang saya jalani. Masih jauh dari suatu penampilan yang baik, karena masih banyak kesalahan yang terjadi selama penampilan. dalam kesempatan ini saya ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru vocal saya Rainier Revireino, Nia Juniasih sebagai pianis pada penampilan saya, dan Iswargia Renardi Sudarno selaku direktur artistik pada konser Musical Celebration.

Perasaan saya entah setinggi apa ketika saya berhasil menyelesaikan penampilan, walaupun ruangan di Goethe Haus tidak full house tapi perasaan itu amat terasa di hati saya. Rasa syukur atas talenta yang bisa saya persembahkan di dunia musik klasik yang selama ini saya hanya terlibat sebagai anggota paduan suara, atau aktif sebagai penonton konser.

semoga kesempatan lain akan datang untuk terus mengasah kemampuan saya dalam dunia musik klasik.