Taufik Kiemas di Sidang Perdana-nya

Nah, jelas sudah kalau kepentingan politis jadi panglima dalam pemilihan ketua parlemen. Adalah seorang Taufik Kiemas yang menjadi pimpinan sidang paripurna pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2009-2014. Suaranya terus terbata-bata dari awal sampai sidang berlangsung. Kesalahan demi kesalahan dibuat ketika membaca teks protokoler sidang paripurna. Kesalahan dimulai saat membaca tamu negara yakni mantan presiden dan wakil presiden, seharusnya nama B.J Habibie disebutkan terlebih dahulu namun dengan yakin Taufik Kiemas menyebutkan nama Try Sutrisno sebagai wakil presiden terakhir era presiden Soeharto. Kesalahan terus berlangsung seolah olah tidak ada persiapan yang matang dari seorang Ketua MPR.

Taufik Kiemas

Taufik Kiemas

Ini memalukan, jujur saja saya menjadi sangat hilang rasa manakala sidang yang begitu penting dibawakan dengan tidak serius dan fokus dari pimpinannya. Apakah TK seorang yang tepat untuk duduk di MPR? Saya rasa dan semakin yakin TK bukan figur yang tepat untuk MPR 2009-2014. Masih banyak sosok yang lebih mumpuni, namun kembali lagi kepentingan politis diatas segala-galanya. Entah mungkin grogi atau apa, dari informasi yang saya dapatkan TK sudah melakukan latiahn 3x untuk sidang kali ini. Tapi sudahlah, kesalahan sudah dibuat kedepannya semoga terus menerus lebih baik lagi.

Dear Pak Taufik Kiemas, anda sekarang mejadi role model buat kemajuan bangsa ini, semoga bapak bisa memberikan dedikasi dengan sepenuh rasa dan sepenuh jiwa pak.