Lalu Lintas yang Semakin Kejam dari Waktu ke Waktu

Sadar atau tidak sadar, menurut saya lalu lintas di jakarta dan sekitarnya menjadi semakin jauh dari yang namanya tertib. Kendaraan umum(angkot) mencari penumpang dan berhenti sembarangan, motor-motor yang cuma peduli sama diri sendiri dan gak punya rem sama skali.. pengemudi mobil yang ugal-ugalan.. pengemudi motor yang seenaknya mencet klakson, bus yang nyetir udah kayak bom-bom car.. dan segudang bahaya selama kita berada di jalan raya..
Lalu Lintas yang Keterlaluan
ini faktanya bukan! kemudian dampaknya kondisi lalu lintas menjadi macet, waktu kita terbuang percuma, kemudian bahan bakan menjadi lebih boros, mobilitas tidak optimal, akhirnya akan menurunkan produktivitas. Lengkap ya! itu baru 4 sehat.. ditambah lagi Stress dalam berkendara.. ini dia faktor turunan yang akan terus kita bawa di alam bawah sadar kita. Tubuh kita akan menjadi lebih lemah dan rentan terhadap serangan penyakit-penyakit.

Belum lama ini juga, saya mengalami hal buruk.. di jalan H.Muhasyim cilandak barat, saya berpapasan dengan kendaraan yang memiliki beberapa pertanda dia dekat dengan “penguasa” ada semacam identitas informal di bagian plat mobil yang menunjukan dia ada kekerabatan erat dengan sebuah instansi. memang jalanan itu sempit dan sangat tidak ideal untuk 2 mobil. alhasil kita perlu konsentrasi penuh dengan kanan kiri mobil kita. cerita berlanjut sampai akhirnya kaca pengemudi berada pada satu garis yang sama. Kami saling buka jedela dan terucaplah kata-kata binatang dan celaan yang mengesankan saya kurang pintar (tolol). Kemudian saya sedikit membalas dengan ucapan lain yang menyatakan, “Namanya juga jalan sempit pak, kita mesti sedikit toleran dengan kondisi yang ada, kita coba cari jalan biar sama-sama bisa keluar dari hambatan.Toleransi juga lah pak, saya juga dari tadi ga mengeluarkan ocehan2 yang ga jelas,” itu saya berucap.. kemudian tidak lama… dia bilang “maju monyet”. oke.. selesai.. dan saya cuma bisa memendam marah saya dalam hati.

Yok! Bikin Lalu Lintas yang Ramah bagi Semua
Setiap hari, bagi yang masih kuliah, kerja, atau berbisnis pasti akrab dengan lalu lintas jakarta. Lalu lintas yang tidak mengenal toleransi, tidak mengenal etika, tidak mengenal sopan santun, dan tidak peduli terhadap akibat yang mungkin muncul dari tindakan yang dia lakukan. Saya bukan mengeneralisir, tapi itulah yang saya alami dan sering sekali saya alami.. sudahlah ini realitasnya, saya berharap aturan berlalu lintas bisa diperbaiki agar semua pihak bisa berkendara dengan nyaman dan aman. Semoga saya dan kita bisa semakin jadi pengemudi yang baik dan toleran terhadap kondisi lalu lintas.