Finally me with Ananda Sukarlan “mimpi yang datang lebih awal”

Akhirnya setelah lama menjadi penonton setia Ananda Sukarlan kesempatan itu datang juga.

Pada kesempatan ini saya membawakan karya Ananda Sukarlan untuk Bariton “A untuk Akis, Alam dan Angkasa” ada 5 lagu dalam seri karya vokal ini, namun saya hanya “sanggup” membawakan tiga lagu yakni “masa kecil di pegunungan”, “Kesetiaan Pohon”, dan “Berkicaulah Burungku” masih ada dua judul lagi yakni “Selokan” dan “Salju”

Karya vokal Ananda bukan hal yang mudah bagi saya dan jujur saya stress berat dengan tantangan ini, karena melihat dahulu maestro ini mengajak para solois klasik ternama seperti Joseph “Akis” Kristianto Pantioso, Rainier Revireino, Farman Purnama, Aning Katamsi, dan Bernadetta Astari untuk membawakan karya-karya vocal-nya. Ini kehormatan dan kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali dalam hidup ini (semoga berkali-kali) maka saya beranikan diri untuk menerima tantangan ini dengan tujuan men-drill diri saya agar lebih maju lagi.

Sebelumnya saya mementaskan karya ini di Alicia’s First Piano Book Recital di Erasmus Huis jakarta bersama pianis muda indonesia Randy Ryan. Kesempatan tampil bersama maestro Ananda Sukarlan di kemas dalam pre event jakarta new year’s concert di kediaman Ibu Pia Alisjahbana di kawasan pejaten. ada 50an undangan yang hadir dan saya diberi kesempatan untuk tampil disana. It was amazing!!

Penampilan saya memang masih belum bisa dikatakan baik, dan saya yakin itu.. pada kesempatan berbeda saya mendapat kehormatan ditonton oleh Akis di konser Alicia’s First Piano Book dimana akis merupakan orang yang didedikasikan khusus untuk membawakan sequel lagu “A untuk Akis, Alam, dan Angkasa” oleh Ananda Sukarlan dan Ibu Aida Swenson pada penampilan saya di rumah ibu Pia Alisjahbana. Rasa hormat saya haturkan untuk Akis dan Aida Swenson atas masukan yang sungguh kehormatan bagi saya untuk dapat menampilkan apa yang saya bisa suguhkan bagi senior-senior saya ini.