JAKARTA GATE of INDONESIA!

Begitu besar potensi yang ada di ibu kota tercinta kita, Jakarta.. Jakarta, Jakarta, dan Jakarta.. Politik ada, Ekonomi ada, Sosial Budaya ada, dan semua ada. Daya tarik itu yang menjadikan Jakarta begitu menarik dari berbagai aspek kota yang ada. Sisi lain yang bisa dinikmati selain kemacetan yang selama ini jadi momok ibu kota, masih tersimpan banyak kekayaan kuliner, spot publik seperti kota tua, museum, sentral budaya, dan pusat keramaian pecinan glodok. Jangan jangan kita sendiri tidak mengetahui bagaimana indah dan meriahnya glodok di kala menyambut imlek, keramaian wisata kuliner pecenongan, pasar ikan muara angke, sadarkah kita bahwa sebagai penghuni kota jakarta belum tentu kita paham seluk beluk jakarta.

Tadi siang, ketika berjalan di pusat perbelanjaan di bilangan sudirman, saya menemui sebuah booth yang dinamai INDONESIA VISITORS CENTER (IVC). Jelas sekali dari judul yang diberikan adalah tempat informasi bagi para pengunjung negara ini baik domestik maupun dari mancanegara. Disadari atau tidak memang pusat informasi pariwisata kita belum teritegrasi dengan baik, bahkan kita kalau pergi ke bali, lombok, manado, dan daerah wisata lain masih tidak mudah memperoleh informasi seputar pariwisata, mulai akomodasi, hiburan, transportasi, dan lainnya perlu dicari satu per satu untuk memperoleh hasil yang optimal. Saat mengobrol dengan petugas yang kebetulan berasal dari Sekolah Pariwisata Trisakti, IVC memiliki misi menjadi gerbang yang ramah bagi semua wisatawan yang ingin memperoleh informasi tentang pariwisata dan segala aspek penunjanggnya. Wah senang sekali ada wadah seperti ini, bahkan kedepan dijelaskan bahwa nanti akan dibuat jaringan yang lebih luas tidak hanya jakarta namun menanti lombok, bali, dan manado dan bahkan kawasan wisata raja ampat yang selama ini memiliki akses informasi yang sangat terbatas.

Dibalik niat baik itu pun ada kendala yang dihadapi yakni akses wadah ini seperti ingin merambah area bandara udara masih terkendala birokrasi yang meminta presentasi keuntungan yang cukup tinggi dan tidak bisa disepakati hingga saat ini, padahal jika diingat ketika saya berwisata di bali saja misalnya di dalam bandara ditemukan para penajajak informasi pariwisata yang bersifat seolah legal tapi kenyataanya mereka broker yang tidak memiliki integritas, saya katakan tidak semua tapi hampir semua mengambil kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang sudah melewati batas kewajaran dengan pelayanan yang sangat tidak memuaskan. Saya senang diberikan peta Jakarta beserta rekomendasi lokasi Ibukota yang layak dikunjungi seperti kota tua, museum fatahillah, museum wayang, museum keramik, museum Bank Indonesia, dan Museum Bahari.

Cita-cita baik ini ada baiknya kita dukung, jadi yang pas mampir di FX Sudirman boleh sempatkan mampir dan memberikan apresiasi kepada seluruh rekan Indonesia Visitors Center yang sudah ikut mengembangkan industri pariwisata Indonesia.

Anggana Bunawan