Monday to Friday

Pekerjaan magang di perusahaan rokok ini memang menantang, dan semakin hari semakin dirasakan dunia kerja sesungguhnya. Menyenangkan, menantang, tetapi tidak menutup kemungkinan sesekali hal yang menyebalkan akan muncul ke permukaan sebagus-bagusnya perusahaan tersebut memberikan koridor sistem agar mempermudah aktivitas setiap pegawainya.

Di artikel ini yang ingin saya bagikan adalah hal yang menyebalkan itu bisa saja muncul terutama saat tidak ada pekerjaan dan saat pekerjaan mendekati masa ” Garis Kematian” atau Deadline. Kesalahan kesalahan kecil namun fatal dapat saja muncul tanpa bisa dikendalikan lebih lanjut. Hal tersebut sudah saya alami dan saya belajar dari semua itu. Sesuatu yang sudah direncakanan bisa saja berubah di tengah jalan akibat adanya regulasi internal yang lalai diperhatikan.

Bagaimana soal manajemen diri sendiri, sebisa mungkin kita memperoleh dukungan penuh dari manager atau supervisor kita untuk memudahkan segala proses kerja kita. Di sisi lain kita juga perlu selalu membiasakan untuk berdiri sendiri untuk dapat menopang kinerja diri sendiri tanpa perlu bergantung pada rekan kerja lain, hal itu sulit namun kemampuan ini perlu dimiliki setidaknya kita mengetahui business process perusahaan sehingga bila menemukan hambatan kita mengetahui dimana letak hambatan tersebut dan sesegera mungkin mencari solusi atas hambatan itu. Solusinya bisa berkonsultasi dengan pihak terkait atau dapat meminta bantuan pada manager atau supervisor. Meminta bantuan manager akan berimplikasi dua sisi yakni bila hal tersebut memang diluar jangkauan kita sebagai karyawan maka manager akan menilai kita memang perlu dibantu dan akan diajarkan bagaimana menemukan solusi atas permasalahan, namun bila itu akibat kekurang telitian atau kekurang sigapan kita dalam menyikapi permasalahan hal ini akan menjadi poin minus bagi kinerja kita. Itulah sebabnya perlu disadari bahwa kita dituntut kerja bersama tim namun disisi lain kemampuan kita untuk berdiri sendiri pun dituntut pada saat yang bersamaan.

Mengatur waktu agar dipergunakan dengan seoptimal mungkin menjadi kunci sukses pada sebuah pekerjaan dan delegasi yang diberikan, jangan segan untuk bertanya namun jangan keseringan karena bisa dianggap bodoh dan tidak capable untuk menjalankan semua tugas. Bersikap proaktif dan koperatif adalah sebuah hal yang wajib apalagi sebagai pendatang baru, dan tempatkanlah diri sebagai orang yang sesuai dengan ekspektasi orang sekitar. Kemampuan menembak mood manager atau supervisor memang penting, namun mampu menebak mood rekan kerja juga menjadi penting manakala kita bekerja bersama tim agar soliditas kerja bisa tercapai. itulah seni dalam bekerja dama perusahaan apalagi perusahaan besar.

Proses belajar itu jatuh bangun, maka ketahanan kita dalam proses tersebut patut ditingkatkan… mudah untuk dituliskan namun cukup menantang untuk diimplementasikan. Jangan panik dan tetap tenang merupakan kunci kecerdasan emosional yang wajib dimiliiki oleh setiap orang. Selanjutnya biarkan Tuhan yang membantu kita untuk berproses dengan baik.

Percayalah proses dan semua kejadian yang ada bertujuan mendewasakan. Itulah setidaknya yang saya pelajari, dan semoga memberikan manfaat atas pengalaman saya ini.