Cerita tentang Kartu Kredit

Apa isi di celah-celah dompet saat ini? Umumnya disisipkan alat pembayararan masa kini yakni kartu kredit dari berbagai bank dari dalam maupun luar negri, dengan limit belanja dari pasar ubud sampai orchard road bisa diatur sesuai kebutuhan kita sebagai nasabah. Saat ini secara mudah kita bisa memiliki alat transaksi yang ternyata sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1924 dan terus berkembang sampai sekarang, baik secara fisik maupun pengembangan fitur layanan serta keamanan dalam transaksi. Lebih lanjut mari melihat data dibawah ini yang dihimpun dari berbagai sumber seputar sejarah kartu kredit dari awal hingga pertengahan 1990-an dan peristiwa apa saja yang menandai setiap waktu berjalannya kartu kredit sebagai alat transaksi keuangan.

Tahun 1924

Konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankan telah mulai diperkenalkan. Beberapa tahun kemudian metode pemakaian kartu ini diikuti oleh 100 buah bank di seluruh dunia.

Tahun 1938

Beberapa perusahaan mulai bisa menggunakan antar kartu dalam bertransaksi

Tahun 1950

Dinners Club dan American Express menjadi kartu yang menggunakan plastik pertama.

Tahun 1958

American Express menawarkan kartu untuk pasar travel dan entertainment.

Tahun 1966

Bank of Amerika menawarkan lisensi Kartu Amerika Bank ke bank – bank lain untuk membuat kartu pembayaran.

Tahun 1969

ATM (Automatic Teller Machine) pertama muncul di Inggris.

Tahun 1970

Ide pembuatan kartu kredit diterima secara luas dan diimplementasikan di berbagai negara di dunia

Tahun 1977

Bank Americard memberi lisensi kartu kredit yang dipusatkan bersama secara resmi dibawah nama Visa.

Tahun 1994

Transaksi perbankan di Amerika menggunakan sarana elektronik mencapai lebih dari 92,08 persen

Tujuan awalnya untuk memudahkan transaksi para nasabah dengan perkembangan kebutuhan transaksi keuangan dan semakin mutakhirnya konsep pembayaran. Belakangan lembaga perbankan makin gencar menjaring konsumen untuk menggunakan jasa pembayaran kartu kredit. Setiap akhir periode pembayaran kita akan diberikan laporan transaksi keuangan kita dan jumlah nilai nominal yang harus dibayarkan. Jebakan kartu kredit sering tidak dimengerti, misalnya konsep bunga-berbunga dimana tagihan yang melewati masa jatuh tempo akan dihitung dengan beban bunga yang ditetapkan oleh setiap bank penerbit kartu tersebut, yang bila tidak dikendalikan maka bisa jadi beban bunga bisa jauh lebih besar dibanding pokok nilai yang harus kita bayarkan. Amit-amit jika semakin kompleks kita bisa berhubungan dengan para penagih hutang, alias centeng, alias dept collector.

Saya sendiri melihat kartu kredit sebagai solusi pembayaran yang cukup baik untuk kita konsumen, kita bisa melakukan transaksi dan “menunda” pembayaran di akhir periode pembayaran. Memang jika tidak hati-hati, perilaku konsumtif akan menjadi identitas baru di dalam diri kita.

Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari memiliki kartu kredit :

1. Kebutuhan darurat seperti kesehatan di rumah sakit kita bisa menggunakan sebagai pembayaran awal agar mempercepat proses tindakan
2. Fasilitas promo restoran atau lainnya, jika cermat kita bisa menyiasati konsumsi dengan memanfaatkan promo yang diberikan, sehingga anggaran yang dimiliki bisa semakin efisien dipergunakan.
3. Cicilan 0%
4. Menurunkan resiko membawa dana tunai
5. Mendukung transaksi online dan luar negri, walaupun masih dinaungi cyber crime, dan tindak kejahatan keuangan lainnya.

Selanjutnya mari melihat hal-hal yang perlu dicermati :

1. Ingatlah hari “keramat” jatuh tempo tagihan, patuhi patuhi dan patuhi tidak ada pilihan lain selain patuh membayar sesuai tanggal jatuh tempo
2. Jangan jadikan kartu kredit untuk konsumsi diluar kemampuan membayar, karena dapat dipastikan hutang akan menumpuk
3. Usahakan tidak membuat kartu kredit melalui telemarketing atau tawaran di mall-mall, coba selalu buat di cabang bank yang resmi untuk mencegah tersebarnya data pribadi anda keluar pihak yang tidak semestinya
4. Milikilah 3 – 5 kartu kredit saja untuk memudahkan kontrol konsumsi dan pembayaran
5. terakhir bijaksanalah dalam menggunakannya.

sekian kisah seputar kartu kredit, semoga bermanfaat…

– Anggana –