Hell No! for Aburizal Bakrie 2014

Konsensus seluruh DPD Golkar se-Indonesia sepakat untuk mengusung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden untuk pemilu 2014. Mantan Menko pada era kepemimpian SBY di 2004-2009 yang sekaligus konglomerat dari kelompok usaha Bakrie ini berhasil meyakinkan para kader partai bergambar beringin ini untuk mendukung dalam pemilihan presiden pada pemilu mendatang. Terlepas dengan bagaimana mekanisme internal partai yang sampai bermufakat untuk mendukung putra Konglomerat Ahmad Bakrie ini, dengan kasat mata pun sepak terjang bakal capres ini sudah memiliki latar belakang kinerja yang tidak menarik untuk dipilih sebagai pemimpin bangsa ini. Ical begitu biasa disapa tidak dikenal sebagai seorang negarawan namun dikenal sebagai pengusaha yang licin nan ulung, sehingga tidak heran berhasil menjadi salah satu orang paling kaya di Indonesia. Sejumlah perkara masih menyangkut untuk dikuak kepermukaan publik, namun kedekatan dengan penguasa dari masa ke masa selalu membuat fakta tersebut seolah ditelan bumi.

Beberapa perusahaan dibawah kelompok Bakrie sudah banyak yang mengalami permasalahan hukum yang kini belum tuntas secara hukum dengan berbagai alasan yang hanya para penguasa yang mampu menjelaskannya. Sebut saja kasus Bumi Resources, Bakrie Life, Lumpur Lapindo, Skandal Pajak, dan sebagainya. Tidak adanya itikad baik dalam penyelesaian kasus tersebut diatas sudah menjadi jawaban yang terang bahwa kelayakan seorang Aburizal Bakrie sangat diragukan kelayakannya untuk menjadi eksekutif nomor satu di negri ini. Rekam jejak konglomerat ini mudah ditemui diberbagai media, dan semua sama saja masih unfinished business.

Capres Golkar 2014

Sebagai penyeimbang coba juga dilihat pemikiran bakal capres Golkar ini di situs pribadinya http://icalbakrie.com/?cat=28 . Disamping semua itu, pandangan saya tetap menyatakan bahwa dengan rekam jejak selama ini, rasanya kok jika berpikir waras tidak memungkinkan untuk mengusung figur yang penuh masalah menjadi capres pada pemilu mendatang. Apakah ini kekuatan uang? mungkin saja, tidak ada yang gratis dalam politik.. semua ada ongkosnya.

Bagaimana pendapat anda?

-anggana-