Integritas Bilang Malu Tapi Duitnya Mau

Seorang figur publik yang sangat dikenal sebagai “pelatih karir” dan telah menelurkan banyak pemikiran yang konon menjadikan negri ini lebih baik belum lama ini secara resmi telah saya masukan ke daftar hitam bagi pribadi saya sendiri, dan sekali lagi bagi saya sebagai kapasitas pribadi. Mengapa hitam? Kok tidak merah atau warna jingga atau warna lain? Itu menurut “gw” cocok buat menyelimuti cara pandang beliau sebagai pribadi yang bermuka banyak.

Saat kuliah saya membuat hajatan yang dia tuduh sebagai jebakan guna mendompleng nama besarnya bagi sebuah perusahaan yang produknya memiliki dampak bagi kesehatan. Oh iya, saya bekerja di sebuah perusahaan rokok dan paham dengan semua konsekuensi beserta semua stigma yang akan disematkan. Saya masih ingat dan terang bagaimana segala tudingan sumir dia lepaskan saat sesi diskusi yang mengarah ke perusahaan tersebut, nadanya tendensius, dan penuh penghakiman. Lalu gmana dong? Gmana?

Selidik punya selidik, dan saya alami tiba tiba dia dan perusahaan nya ikut cawe-cawe ambil proyek di perusahaan yang dulu sekitar 4 tahun lalu di tuding habis-habisan. Saya geram, cenderung nyesek, sekaligus gak tahu harus bersikap seperti apa lagi.

Tulisan ini tidak menyebutkan nama siapa pun, tapi kalau ada yang merasa terusik monggo saja untuk dijadikan perenungan bersama.

Ditulis dari pojokan toko kopi di Pacific Place.1450158194420