Normalisasi Perilaku Lewat Resolusi Paus Fransiskus

 

Screenshot_2016-01-02-06-14-17-1

Bagi saya ke sepuluh resolusi Paus Fransiskus ini sangat membuka marwah dasar kita warga sosial yakni untuk kembali peka atas situasi yang ada di sekitar kita. Tembok raksasa Vatican ternyata tidak menghalangi untuk seorang pemimpin besar mengeluarkan gagasan yang sangat praktis untuk diterapkan oleh umatnya yang tersebar di berbagai pelosok bumi ini.

Saya mencoba menebak beberapa faktor yang melatar belakangi beberapa resolusi beliau, bisa agak tepat dan bahkan bisa salah total. 😊

Merebaknya media sosial yang mengkungkung cara kita berinteraksi antar sesama manusia membuat poros pikir kita menjadi bias dan bahkan mempercayai informasi yang tidak sahih, tanpa menalar fakta fakta lain yang relevan untuk membuat kesimpulan. Maka ada resolusi jangan bergosip, jangan menghakimi, menyediakan waktu bagi sesama, dan menjadi bahagia. Media sosial membuat kita membandingkan kebahagiaan satu dengan yang lain meski hanya dalam fakta status update atau sebuah foto yang bisa saja hanya menggambarkan refleksi kehidupan seseorang dengan hanya potret seluas satu layar telepon pintar. Belum tentu valid, dan pastinya kita tidak bisa mengambil kesimpulan yang terukur. Ditambah lagi, atas alasan sibuk saya dan banyak dari kita belum mampu hadir secara produktif bagi lingkungan terdekat kita. Kapan terakhir kita menyapa tetangga, teman teman sekolah, orang tua yang tidak satu rumah, dan sebagainya (ini juga jadi catatan penting untuk saya)

Secara umum kedamaian di dunia pun sedang tidak stabil. Konflik dan teror datang silih berganti dan menghasilkan jutaan korban terlantar di berbagai tempat. Rasa duka ini mengajak kita lebih peka dan diharap peduli dengan keprihatinan sosial ini. Jangan membuang makanan,  dan bersikap lebih hemat agar kita tidak menghambur berkat yang dititipkan.

Komitmen, dan berserah.. tidak jarang di telinga saya mendengar langsung kisah perceraian dan selingkuh, dan bahkan jadi agak lazim di dunia metropolitan yang nista ini. Sering saya juga kurang pasrah dan menggukan cara hitung logis dalam menakar satu situasi. Tidak ada salahnya kita bertanya kepada diri sendiri, atau bahkan kepada sang pencipta tentang sesuatu yang tengah kita kerjakan atau harapkan.

Kesepuluh butir resolusi dari Paus Fransiskus ini dalam penilaian awam saya sungguh mengena bagi siapa saja. Yuk kembali menggunakan kesempatan hidup kita dengan lebih bermanfaat lagi. God bless you in 2016 and so on and so on… peluk erat!

@anggabun – dibuat di restoran cepat saji di BSD